Pada bagian ini, sebetulnya sudah tidak ada yang perlu dipaparkan lebih mendalam. Sebagaimana dijelaskan dalam paparan sebelumnya, reverse power protection adalah metode deteksi anti-motoring yang cukup powerful. Namun, tentu saja metode ini memiliki kerentanan.
Satu hal yang menjadi lazim adalah adanya error pada proses pengikuran daya. Hal ini terjadi karena dalam kondisi reverse power, relay proteksi dipaksa mengukur besaran yang nilainya cukup kecil dibandingkan dengan nilai nominal. Misalkan untuk kasus reverse power protection pada steam turbine (yang disetting -0.5%), tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri.
Pada dasarnya,
nilai reverse power seharusnya
bernilai konstan. Besaran tersebut seharusnya tidak dipengaruhi oleh besarnya
daya reaktif (Q) atau dengan kata lain besarnya sistem eksitasi. Namun, ada
kemungkinan relay proteksi akan melakukan pembacaan besaran reverse power dengan nilai yang berbeda
diakibatkan oleh adanya sudut error antara current
transformer (CT) dan potential
transformer (PT).
Umumnya, error yang diakibatkan oleh trafo instrument sudah dikompensasi oleh manufacturer. Namun, jika reverse power protection diinginkan untuk bekerja dengan lebih sensitif, maka sudut error ini harus diverifikasi. Machine protection relay seperti Siprotec 7UM6 Series memberikan solusi untuk kondisi diatas melalui CT Angle Correction. Dimana nilai ini didapat dari pengukuran primer.
Untuk melakukan pengujian ini, harus dikonsultasikan dengan manufakturer turbin dikarenakan reverse power protection harus di-disable sehingga memungkinkan turbin mengalami overheating. Selain itu, konsultasi dengan manufakturer generator juga dianggap perlu dikarenakan verifikasi ini memungkinkan kondisi under-excitation yang besar kemungkinan akan mengarah ke kondisi out-of-step.
Secara singkat, proses verifikasi ini memerlukan 4 langkah dan mengacu pada gambar 2. Pada sumbu cartesian tersebut, sumbu x mewakili daya reaktif (Q) dan sumbu y mewakili daya aktif (P).
- Sistem eksitasi harus diatur hingga mencapai Q = 0. Pada
kondisi ini, nilai bacaan P dan Q dituliskan dalam tabel sebagai
representasi P0 dan Q0.
- Sistem eksitasi dinaikkan sekitar 30% hingga mencapai
kondisi over-excitation. Pada
langkah ini akan didapatkan nilai P1 dengan nilai negatif dan Q1
dengan nilai positif.
- Sistem eksitasi diturunkan sekitar 30% hingga mencapai
kondisi under-excitation. Pada
langkah ini akan didapatkan nilai P2 dengan nilai negatif dan Q2
dengan nilai negatif.
- Mengubah eksitasi generator ke kondisi tanpa beban.
Tahap selanjutnya generator bisa di-shutdown atau diubah ke mode operasi
yang diinginkan.
![]() |
Gambar 2. Penentuan Error Angle Correction |
Nilai error angle correction didapat dari
persamaan berikut:
Part 3 | End
Paiton, 19 Aug 2021
20:30