Foreword
Beberapa waktu
yang lalu , telah disinggung sedikit masalah governor pada link. Pada bagian
ini, akan dipaparkan bagaimana prinsip kerja dari sebuah governor serta
aplikasinya dalam sistem pembangkitan.
Pada sebuah
sistem pembangkitan tenaga listrik, sebuah generator sinkron pada umumnya
digerakkan oleh turbin; baik itu turbin uap, turbin gas atau water turbine. Agar turbin dapat bekerja
dengan baik, dalam artian dapat melakukan starting-up,
rolling-up, sinkronisasi, speed/load
control, overspeed control dan emergency
stop, maka turbin memerlukan sebuah peralatan (complete set) yang disebut Turbine
Governing System.
Mechanical
Governing System:
Pada awal
perkembangannya, Turbine Governing System
bertipe Mechanical-Hydraulic
sangatlah populer. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi elektronik,
pada saat ini sudah mengalami pergeseran. Electro-hydraulic
telah menjadi primadona dalam Turbine
Governing System. Hal ini disebabkan karena kemudahan ketika melakukan tuning serta aksi kontrol yang lebih
presisi dan cepat.
Namun, untuk
memahami dasar-dasar Turbine Governing
System, maka akan dipaparkan dulu mengenai governor bertipe Mechanical-Hydraulic. Governor ini
menggunakan prinsip Mekanisme Sentrifugal Watt. Secara sederhana, mekanisme
tersebut ditunjukkan pada gambar 1.
![]() |
Gambar 1. Mechanical-Hydraulic Governing System pada Turbin Uap |
Pada governor
tipe ini, governor mengukur kecepatan turbin melalui speed measurement device. Ketinggian spring-loaded weight akan mengindikasikan besarnya kecepatan
turbin. Pada saat torsi mekanik turbin sama dengan torsi elektromagnetik
generator, maka kecepatan rotasional turbin-generator akan konstan. Hal ini
akan menyebabkan posisi spring-loaded
weight akan tetap.
Apabila beban
listrik naik, maka torsi elektromagnetik juga akan naik. Karena torsi mekanik
turbin cenderung konstan, maka kecepatan rotasional turbin akan turun. Hal ini
akan menyebabkan titik A pada governor
floating lever bergerak naik. Karena
A-B-C berada pada satu lengan, maka naiknya posisi titik A juga mengakibatkan
naiknya posisi titik B.
Naiknya posisi
titik B berakibat pada bertambahnya bukaan pilot
valve yang menuju servo-motor. Perbedaan
tekanan pada piston di dalam servo-motor menyebabkan bertambahnya bukaan steam-valve ke arah turbin yang artinya
menambah suplai uap.
Pergerakan piston
di dalam servo-motor juga akan
menyebabkan pergerakan titik D-E-I dan H ke arah bawah. Pergerakan ini akan
diikuti oleh pergerkan speeder-gear di titik G. Karena lengan A-B-C terkoneksi
dengan speeder-gear di titik C, maka
pergerakan speeder-gear akan
mengurangi suplai oli melalui pilot
valve.
Dari penjelasan
di atas dapat dikatakan bahwa governor tipe ini memiliki dua feedback
yaitu:
-
Speed feedback : dari Speed measuring device
-
Valve position : dari steam valve, pilot valve dan titik D-E-I-H-C
Ada dua fungsi
yang terdapat pada speeder gear, yaitu:
1.
Mengontrol kecepatan generator saat belum sinkron
2.
Mengontrol beban generator ketika sudah sinkron
Kelemahan utama
dari governor bertipe Sentrifugal Watt adalah adanya deadband yang cukup lebar
dan akurasi yang tidak begitu bagus. Siring berlangsungnya penggunaan, deadban-nya akan semakin lebar
disebabkan oleh ausnya peralatan mekanik pada sistem tersebut. Untuk mengatasi
masalah-masalah diatas, maka Electro-Hydraulic
Governor akan dijelaskan dalam postingan berikutnya.
To be continued....
Paiton, 3 Feb 2016 19.00
No comments:
Post a Comment